sajak sehari

sajak perempuan bersenandung

dunia ini riuh, memang

gemanya melengking

mendengung-dengung sampai bulan

tapi nada-nada sumbang tak akan selamanya

segar dinikmati

bahkan disenja yang damaipun

lambat, pasti akan segera dibuang

di tinggalkan

untuk mendendangkan irama lain

dan

kan aku tunjukkan pada semua,

kawanan awan

angin yang kerap berkelana

percik air yang menyahdukan tembang

pada kupu-kupu, lebah

: tentang perempuan yang memainkan nada-nada damai

pagi, senja dan malamnya

nada-nada teratur

lirik-lirik yang menjadikan kembang ditaman merekah

segar, semusim semi

janda-pualam kembali perawan

anak-anak berlarian bersama kupu

alam hening, sunyat, menyimak

nada itu memang nada bahagia

waktu sebagai dentingan gitar, rasa

gesekan biola

sajak itu disenandungkan dimana-mana, saja

menggantikan nada-nada bumi yang tak indah lagi

(Tahfidh al-Qur’an, 2009)

Komentar (2)

sajak anak kecil

ada pagi muram hari ini

tanpa senyum dan tawa

: tentang bibir sumbing

dan jalanan sepi

derak air gemericik, embun yang menundukkan dahan

dan sekawanan perawan riang, mandi

atau juga ada yang dinanti

sebungkus sampah plastik

dan sejumput senyum menggores

serentak ia menjumputnya

:kebahagiaan di depan mata

ada beberapa anak-anak seusia

berlarian

bibir itu tersenyum.

dalam hatinya yang lusuh, kapan bisa begitu.

ataukah hari esok akan ia temukan lagi senyum

barangkali ia akan lebih nyenyak tidur seharian sambil membaca pelajaran

sekolah

Tinggalkan sebuah Komentar

Alfanajam

selamat datang

: gadis

pada rumah ini

jangan sungkan

ini juga milikmu

tentang perihal keraguan itu

tak usah kau hiraukan

waktu akan dimulai dari pagi

dan ditutup dengan senja, sama seperti yang kemarin

tak beda

: akan nama itu

jangan juga risau

(Taman lele, 2009)

Komentar (4)

Tulisan yang Lebih Tua »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.